Tulisan ini hanyalah sekedar pandanganku yang sok nasionalis, sok merasa memiliki Indonesia. Bulan agustus adalah bulan keramat bagi segenap bangsa Indonesia, bagaimana tidak, kalau saja para pemuda tidak nekat menculik Sukarno ke rengasdengklok mungkin saja kita masih berkutat dengan perselisihan (gol. Tua-muda) kapan proklamasi itu dilaksanakan. Semangat berbangsa dan bernegara itulah yang semakin lama semakin terkikis. lihat saja masih banyak diantara kita yang tidak punya greget mengibarkan bendera merah putih didepan rumah kita (mungkin kedengarannya sok nasionalis karena belum ada pengumuman dari pak RT) namun jika kita perhatikan, karena merah putih itulah kita bisa dikenali ketika berada diluar negeri. Manakala peserta olimpiade adik2 sekolah kita di luarnegeri dengan bangganya mereka memakai batik dan berlogo merah putih di dadanya. demikian juga para jamaah haji ketika berkumpul dengan jutaan jammah lain seluruh dunia, jas biru telur dengan logo merah putih didada itulah yang akan memeberi identitas kita berasal dari mana kita, yah… jamaah indonesia. “execuse me sir, where are you came from ?.. tanyaku, dia menjawab : ‘i’m from aljazair,.. and let’s me guest, you must from indonesia”.. YES ! i’m indonesian, karena mereka melihat logo merah putih dibaju saya.

Begitulah bendera berfungsi ketika kita diantara ‘bendera-bendera yang lain’,.. kita tentu masih teringat pelajaran PSPB ketika kita duduk dibangku SD betapa heroik teman2 ‘BONEX” kala itu merobek warna biru di atas hotel yamato-(majapahit-sekarang), hanya ingin sang saka merah putih berkibar ! Ada yang bilang, bahwa mengibarkan merah putih sama artinya kita berhormat kepada sebuah benda, padahal Allah lah yang wajib kita sembah (hormat). Kasus ini identik ketika kita towaf bukannya kita menyembah ‘batu ka’bah, tapi tetap yang kita sembah adalah Allah, sekali lagi pengibaran merahputih adalah symbol kecintaan kita kepada negara (sebagian iman).  Orang sana bilang ‘right or wrong, you are my country’ betapa kecintaan mereka terhadap negara patut kita contoh. Kecintaan negara menimbulkan subdirectory (efek domino) kecintaan yang lain, cinta produk dalam negeri, cinta tanah air dan segenap tumpah darah (tidak tega korupsi),dll.

mari kita tunjukkan kecintaan kita dengan “palingtidak” mengibarkan sang saka merah putih di depan rumah kita.

Salam Merrrr..deka !!