Ketika tarawih malam pertama,.. masjid kami begitu meluber, sampai takmir membentangkan karpet di tempat yang biasanya untuk menaruh sendal. yaahhh.. memang benar kata ustad itu, kompetisi liga tarawih (qiyamurramadhan) memang malam2 pertama ramadhan ibarat penyisihan pesertanya masih banyak karena belum tahu mana yang amatir, mana yang profesinal dan bermental juara🙂..

saya suka tarawih Dimasjid itu, bukan karena rakaatnya sedikit tapi memang masjid itu sholatnya khusuk, tumakninah dan dengan bacaan quraan yang merdu dan hafalan ustad2nya yang luar biasa. Isi ceramah kultumnya juga lumayan berbobot dengan tema yang beragam. tersedia kopi + jahe hangat menambah kesegaran badan yang seharian perut kosong🙂. Manakala ramadhan sudah menginjak hari ke 20 masjid itu juga mengadakan iktikaf bersama lengkap dengan sahur (free hehe) iktikaf dimulai jam 12 dan diakiri witir jam 2.10 kemudian sahur bersama. Yang menarik ketika iktikaf, masjid tanpa diterangi lampu sehingga kekusukkan dan suasana munajatpun terasa hening. karena gelap teman2 lain (nyamuk) yang mungkin datang juga ingin mengagungkan nama Allah jadi berbaur bersama kami🙂. hehe *bawa autan aja🙂

ya begitulah serba-serbi ramadhan,.. nikmat ketika datang azan magrib, nikmat ketika sama2 mida kecil membeli degan, nikmat ketika berada di tengah orang2 soleh dangan hafalan quran yang luar biasa, * pingin juga hafal tapi masih proses🙂

memang lingkungan yang mendukung akan mempengaruhi perilaku, tingkahpolahkita, amalan2 kita, dan pola pikir kita..

Masjid sebagai tempat bersosialisasi memang mutlak di perlukan, makanya sedapat mungkin milikilah rumah yang dekat dengan masjid, pasti Insyaallah banyak manfaatnya🙂

Ya.. robb, ijinkan aku beribadah sesuai kemampuanku ..