Pagi ini (12-Okt-2010) ketika berangkat kantor di Raya Juanda saya melihat baliho besar bergambar ‘pak dhe governor’ mengucapkan selamat jalan kepada tamu Allah (jamaah haji) yang akan berangkat melalui embarkasi juanda. iring2an konvoi bis menuju bandara juanda di saat musim haji seperti ini juga kerap kali kita temui,.. subhanallah (dalam hati terbersit juga) selamat jalan wahai para tamu Allah..

Indonesia adalah penyumbang jamaah terbesar di arena tahunan internasional ka’bah, disusul turkey dan negara2 timur tengah lainnya. sepengamatan saya ketika tahun 2003M/1423H kala itu kita dapat dengan mudah mengenali jamaah turkey dari ‘jas hijau tua’ yang dikenakannya. baru pada tahun 2007 (kalau saya tidak salah ingat) jamaah indonesia juga mengenakan (mengadopsi) seragam jas yang sama bagi jamaah dari indonesia ‘jas biru telur asin’, sebelumnya pakaian jamaah indonesia cenderung sesukanya ‘sak karepe dewe’ pake kaus oblong+sarung, ciri khas sarung dan songkok hitam akan memudahkan kita mengidentifikasi jamaah dari tanah air.

Animo dan antusias yang tinggi rakyat indonesia menunaikan ibadah haji terlihat dari antrian saat ini. (dengar2) di kab. Sidoarjo jika anda mendaftar saat ini maka anda akan dapat berangkat nanti 2018, woww !! luar biasa ! menurut analisa awam saya, ada banyak motivasi orang berangkat haji. ada yang murni ingin beribadah mengharap rido-Nya, ada yang sekedar ‘berlibur’ karena semua tempat wisata eropa dll sudah pernah di jelajah (ini terlihat dari gaya jamaah berpakain ala touris celana pendek dan tentengan camera DSLR), ada yang semata pingin mendapat gelar haji (ini terlihat dari cara mereka membeli sertifikat ‘mengganti nama’ yang ditawarkan penduduk asli saudi dari semacam yayasan/muasasah dll. motivasi, niat dan semangat masing2 jamaah kembali kepada pribadi masing2. wallahua’lam bi showab, hanya Allah lah maha yang mengetahui niat yang terbersit dalam hati kita masing2.

Lagi2 menurut analisa dan pengamatan awam saya,..
Pada umumnya ‘kebanyakan’ jamaah Indonesia adalah jamaah yang berusia lanjut, padahal ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan kesiapan dan kesehatan jasmani dan rohani. Umumnya juga para jamaah baru mempelajari ilmu manasik haji mana kala akan berangkat ke tanah suci, sehingga pengetahuan dan sejarah tempat2 sebagai rukun dan syarat syah haji kadang terlewatkan. beda dengan ilmu shahadat, solat, zakat, puasa yang telah familiar dengan kita sejak kita lahir, namun masa sekarang telah banyak sekolah TK/SD yang mengajarkan ilmu manasik haji. semoga yang demikian menjadi titik awal kita bahwa ilmu haji juga perlu kita pelajari jauh2 hari sebagaimana kita mengetahui ilmu2 rukun islam lainnya.

KE-TAHUHID-AN HAJI

banyak hal2 yang menurut saya (maaf pendapat saya pribadi) perlu diberi pandangan yang lebih luas tentang makna ketauhidan dalam ibadah haji. Ketika kita solat di masjidil haram kita bisa langsung memandang ka’bah (kiblat muslim sedunia) namun apakah kita berpandangan didalam kakbah ada ALLAH yang sedang duduk manis ?? (jawabannya silahkan disimpan dalam hati masing2) menurut saya Allah meliputi alam jagad raya, intinya batu hitam ka’bah hanya kiblat dan bukanlah sesembahan kita, makanya tidak perlu kita mengosok2kan sajadah, tasbih, songkok dll ke dinding ka’bah dalam rangka ‘ngalap berkah’

lain lagi di masjid nabawi, madina..
banyak jamaah yang berdo’a menghadap kuburan Nabi dengan membelakangi kiblat atau menyampaiakn surat ke kuburan nabi, (ingat kuburan nabi bukan tembok ratapan) para polisi saudi (askar) sudah mengingatkan bahwa tindakan tersebut adalah HARAM ! askar : ” haram !! haram !! ya hajj.. du’a ila kiblat” sambil menunjukkan tangannya ke arah kiblat, bukan ke kuburan nabi. Meski nabi adalah uswah, nabi adalah orang hebat, namun nabi adalah mahluk juga yang tidak wajib dan tidak boleh kita sembah. karena konsep islam tuhan hanya satu, hanya Allah yang patut dan wajib kita sembah.

Tips dari saya ketika akan berangkat haji :

1. tatalah NIAT, jika memungkinkan berangkatlah dengan suami/istri tercinta jangan berangkat sendiri. suasana dan kekusukan hati akan makin terasa manakala suami/istri kita mendampingi
2. senantiasa siap membantu & menolong jamaah lain (insy kita juga akan dimudahkan oleh-Nya), hindari berkata Rofats, fusuk & jidal.
3. menjaga tingkah laku, tutur kata, & perbuatan selama dalam asrama haji, perjalanan keberangkatan, di saudi arabia, pemulangan –saling mengasihi antar jamaah.
4. laksanakan ritual ibadah haji dengan sepenuh hati dan mengharap ridho-Nya
5. saling berkenalan & menyapa jamaah dari negara lain dengan semangat ‘ukuwah islamiayah’ dengan bahasa sebisanya arab,english,isyarat🙂 atau ketika tilawah quran di masjidil haram cobalah berdiskusi tantang dunia islam, atau saling mendengarkan hafalan bacaan quran (karena ketika menanti waktu jamaah solat wajib, kita punya banyak waktu untuk beraktifitas dalam masjidil haram)
6. ketika sedang berbelanja, tawarlah harga dengan santun. karena pedagang arab ‘cenderung suka’ dengan pembeli indonesia, biasanya mereka menawarkan dengan bahasa indonesia sekenanya semisal “murah-murah bagus” …
7. pelajarilah dan pahamilah tempat2 mahbul untuk berdoa, semisal multazam, hujir ismail, sofa-marwa dll
8. pelajari pula tempat2 bersejarah (seperti pelajaran pada saat kita MI -sejarah islam) ini bermanfaat ketika acara ziarah berlangsung seperti tempat kelahiran nabi (letak rumah nabi), masjid Quba (pertama yang dibangun nabi), masjid Qiblatain, kuburan siti khadijah, dll akan menambah ghirrah/semangat kita Ber-Iman dan Ber-Islam
9. Selama di Tanah Suci usahakan selalu minum Zam-zam dari pada air mineral biasa (tapi kopi susu/teh cup, bolehlah sesekali menghangatkan malam hari, beli disekitar hotel hilton/ bin dawud)

“Mindset” ciee..(bahasanya sok.. maaf) -pola pikir bangsa indonesia pada umumnya, bahwa haji ketika sudah menjelang usia senja sebaiknya harus diubah. Kenapa tidak pada waktu kita masih muda, masih kuat, masih sehat, masih semangat.. melaksanakan ibadah haji berdua dengan pasangan suami/istri kita tercinta akan terasa sangat indah (seperti honeymooon lagi🙂, dari pada udah tua menyusahkan orang lain ? iya kan ?

Tulisan ini hanya sekedar sharing untuk teman/rekan.. yang mendapat giliran undangan ke rumah Allah (baitullah).

wabil khusus untuk teman/sahabat/kangmas saya : Moch. Farhan (AR Bojonegoro) yang tahun ini mendapat undangan bersama istri tercinta, semoga menjadi haji yang mabrur, Amin !