Kurma #serbaserbi ramadhan

Leave a comment


Siapa pun yang pagi-pagi makan tujuh buah kurma ‘Ajwah, maka pada hari itu dia tidak  mudah keracunan dan terserang penyakit.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Apakah yang terbayang  dibenak kita menjelang berbuka puasa ? Es campur, jus, kolak, kue yang manis-manis atau beragam makanan yang menggiurkan lainnya !!! Tidak bisa dipungkiri, sederer minuman dan penganan itulah yang muncul ketika kita berniat membatalkan puasa. Memang, buka puasa dengan beragam minuman dan makanan seperti itu hal yang lumrah dan wajar. Namun, bukankah minuman dan penganan tersebut memiliki efek samping yang kurang bagus disaat tubuh istirahat dari makan dan minum selama seharian penuh ???

Untuk menghindari  hal negatif itulah, Rasullah s.a.w, jauh-jauh hari memberi saran yang sangat bermanfaat bagi yang sedang berpuasa. Sabdanya, “Apabila salah seorang diantara kamu puasa, hendaklah berbuka dengan kurma , bila tidak ada hendaklah dengan berbuka dengan air, sesungguhnya air itu bersih.” (H.R. Ahmad dan Tarmidzi). Bahkan, dalam kondisi tidak berpuasa pun (diluar bulan suci Ramadhan), buah kurma memiliki faedah yang sangat besar untuk kesehatan tubuh kita.

Kurma adalah sejenis tumbuhan palem (palma) atau dalam bahasa latinnya lebih dikenal dengan phonex dactylifer yang berbuah dan boleh dimakan, baik dalam keadaan masak maupun masih mentah. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, kurma kaya dengan protein, serat gula, vitamin A dan C serta mineral seperti zat besi, kalsium, sodium dan potasium. Kandungan protein didalam kurma sebesar 1.8 – 2.0 persen, serat sebanyak 2.0 – 4.0 persen dan gula sebesar 50 – 70 persen glukosa.

Dengan kandung gula seperti itu, kurma mampu memberi tambahan tenaga bagi orang yang berbuka puasa hingga ia akan merasa segar dan bertenaga uuntuk beribadah tanpa rasa letih ataupun mengantuk. Biasany, bagi yang merasa letih dan mengantuk disaat melaksanakan shalat tarawih disebabkan karena makanan yang dikosumsi kebanyakan mengandung karbohidrat yang tidak menyediakan tenaga instant (tambahan). Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut, buah kurma adalah jawabannya.
Kenapa ? Sebab, sebagaimana penelitian yang dilakukan Badan Kesahatan Dunia (WHO), zat gula yang ada didalam kurma itu berbeda dengan gula pada buah-buahan lain seperti gula tebu atau gula pasir yang biasa mengandung sukrosa dimana zat itu langsung diserap kedalam tubuh. Hal ini membuat gula itu harus dipecahkab terlebih dahulu oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa. Sebaliknya, kurma tidak menbutuhkan proses demikian.

Sementara potasium didalam kurma berguna untuk mengatasi masalah stress, sembelit dan lemah otot. Tidak hanya itu, berkat zat besi dan kalsium yang ada pada kurma, orang bakal terhindar dari penyakit yang beresiko tinggi seperti penyakit jantung dan kencing manis.

Bila dimakan oleh anak-anak, maka kurma memberi khasiat untk mencerdaskan otak mereka. Cukup beralasan, bila Rasullah s.a.w menganjurkan bagi para isteri yang mengandung untuk makan buah kurma. Kata Nabi, “Berilah makan buah kurma kepda isteri-isteri  kamu yang sedang hamil, karena isteri-isteri kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. Sekiranya, Allah s.w.t., menjadikan suatu buah yang lebih baik dari pada buah kurma, maka Allah telah memberi makan buah itu kepada Siti Maryam.” (H.R. Bukhari)

Adalah Q.S. Maryam, ayat 25-26 perihal Siti Maryam yang disinggung Nabi diatas. Firman Allah, “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, maka pohon itu akan menggugurkan buah yang masak kepadamu, maka makan serta minumlah dan bersenang hatilah kamu.”

Waktu itu, dikisahkan Siti Maryam hendak melahirkan Nabi Isa a.s dibawah pohon kurma. Lalu Malaikat Jibril datang dan menyuruh Maryam menggoncangkan pohon kurma. Buah kurma yang matang itu berjatuhan. Dan Maryam pun memakan buah kurma yang telah masak tersebut. Atas izin Allah s.w.t dan kebesaran- NYA, proses persalinan atau kelahiran Nabi Isa a.s menjadi mudah.

Berdasarkan hadis Rasullah dan firman Allah diataslah, kurma snagt berkhasiat bagi wanita yang sedang hamil dan nifas (setelah melahirkan). Hal ini diperteguh olah para ahli kedokteran bahwa unsur zat besi dan kalsium yang terdapat di dalam buah kurma adalah unsur yang sangat berguna untuk membentuk dan menambah kandungan air susu ibu. Lebih dari itu, anak-anak balita pun dapat mengambil manfaat dari buah yang biasa tumbuh didaerah Arab ini. Dengan kurma, pertumbuhan anak-anak dan sumsum tulangnya akan berkembang dengan baik.

Wajar bila Rasullah s.a.w memberikan tips untuk makan tujuh butir kurma setiap harinya supaya terhindar dari segal penyakit fisik. Mengapa Nabi menyebut kurma ‘Ajwah didalam sabdanya..

Berdasarkan asbabul wurud (sebab-sebab turunnya suatu hadist) disebutkan dulu Nabi Muhammad s.a.w kalau berbuka puasa yang dimakan adalah kurma. Kurma yang dimakan itu diberi nama ‘ajwah (ajua). Ceritanya, pada saat itu ajua adalah nama anak Salaman Alfarisi, orang nasrani yang akhirnya masuk Islam. Dia mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuanan Islam. Untuk mengenang jasa-jasanya itu, akhirnya Rasul menamakan kurma yang dimakannya saat berbuka puasa sebagai kurma ajua. Bahkan, dalam hadist yang lain Beliau sendiri sempat menyatakan, “Rumah yang tidak ada kurmanya seperti rumah yang tidak ada makanan.” Perkataan Rasullah tersebut menunjukan betapa pentingnya khasiat yang dapat diambil dari buah kurma. Sehingga, setiap keluarga mesti menyimpan kurma sebagai penganan wajib dirumahnya. Oleh arena itu, kita seharusnya memakan buah kurma bukan hanya dibulan puasa saja, tapi juga menjadikan kurma makanan sehari-hari. Entah itu dimakan pagi hari sebagaimana yang pernah dianjurkan Nabi diatas atau sebagai makanan ringan ketika sedang santai.

Dengan cara begini, kita tidak hanya mendapatkan kesehatan tubh tpi juga memperoleh pahal karena menjalankan sunnah Rasullah s.a.w. Wallahu’alam bil shawab.

Sumber : Majalah Hidayah

Did you Know?

1 Comment

Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis da’wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da’wah kampus dahulu, dan ketika itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da’wah yang kurang mengilmu apa yang mereka da’wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Islam. Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang terjemahannya sebagai berikut: Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah. Do’a Malaikat Jibril itu adalah: “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: 1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); 2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri; 3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Namun anehnya, hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut: عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين قال الأعظمي : إسناده جيد “Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”. Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679). Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan. Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه “Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi” (HR. Bukhari no.2449) Dari hadits ini jelas bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: “Manusia khan tempat salah dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari”. Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه “Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah) Sehingga, perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada ghuluw (berlebihan) dalam beragama. Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran Islam. Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.

Benderaku (prikitiuw)

Leave a comment


Tulisan ini hanyalah sekedar pandanganku yang sok nasionalis, sok merasa memiliki Indonesia. Bulan agustus adalah bulan keramat bagi segenap bangsa Indonesia, bagaimana tidak, kalau saja para pemuda tidak nekat menculik Sukarno ke rengasdengklok mungkin saja kita masih berkutat dengan perselisihan (gol. Tua-muda) kapan proklamasi itu dilaksanakan. Semangat berbangsa dan bernegara itulah yang semakin lama semakin terkikis. lihat saja masih banyak diantara kita yang tidak punya greget mengibarkan bendera merah putih didepan rumah kita (mungkin kedengarannya sok nasionalis karena belum ada pengumuman dari pak RT) namun jika kita perhatikan, karena merah putih itulah kita bisa dikenali ketika berada diluar negeri. Manakala peserta olimpiade adik2 sekolah kita di luarnegeri dengan bangganya mereka memakai batik dan berlogo merah putih di dadanya. demikian juga para jamaah haji ketika berkumpul dengan jutaan jammah lain seluruh dunia, jas biru telur dengan logo merah putih didada itulah yang akan memeberi identitas kita berasal dari mana kita, yah… jamaah indonesia. “execuse me sir, where are you came from ?.. tanyaku, dia menjawab : ‘i’m from aljazair,.. and let’s me guest, you must from indonesia”.. YES ! i’m indonesian, karena mereka melihat logo merah putih dibaju saya.

Begitulah bendera berfungsi ketika kita diantara ‘bendera-bendera yang lain’,.. kita tentu masih teringat pelajaran PSPB ketika kita duduk dibangku SD betapa heroik teman2 ‘BONEX” kala itu merobek warna biru di atas hotel yamato-(majapahit-sekarang), hanya ingin sang saka merah putih berkibar ! Ada yang bilang, bahwa mengibarkan merah putih sama artinya kita berhormat kepada sebuah benda, padahal Allah lah yang wajib kita sembah (hormat). Kasus ini identik ketika kita towaf bukannya kita menyembah ‘batu ka’bah, tapi tetap yang kita sembah adalah Allah, sekali lagi pengibaran merahputih adalah symbol kecintaan kita kepada negara (sebagian iman).  Orang sana bilang ‘right or wrong, you are my country’ betapa kecintaan mereka terhadap negara patut kita contoh. Kecintaan negara menimbulkan subdirectory (efek domino) kecintaan yang lain, cinta produk dalam negeri, cinta tanah air dan segenap tumpah darah (tidak tega korupsi),dll.

mari kita tunjukkan kecintaan kita dengan “palingtidak” mengibarkan sang saka merah putih di depan rumah kita.

Salam Merrrr..deka !!

Lomba Foto

Leave a comment

Unit Seni Fotografi – Ikatan Pegawai Bank Indonesia (USF-IPEBI) bekerja sama dengan Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia menyelenggarakan Lomba Foto Nasional.

Tema: Kerja Keras
Foto diharapkan dapat menampilkan kegiatan atau nilai-nilai tentang bekerja keras misalnya kegiatan seorang atau kelompok orang yang sedang berusaha menghasilkan suatu produk/jasa, proses bekerja keras, unsur-unsur manusia yang sedang melakukan kerja keras, foto tentang semangat bekerja keras, dll. Foto diharapkan dapat menggambarkan kegigihan, keuletan dan pantang menyerah untuk mendapatkan suatu karya atau pencapaian.

Hadiah:
1 Pemenang I sebesar Rp 8 juta
1 Pemenang II sebesar Rp 6 juta
1 Pemenang III sebesar Rp 4 juta
10 Pemenang Harapan sebesar @ Rp 1 juta

Dewan Juri:
1. Goenadi Haryanto
2. Oscar Motuloh
3. Makarios Soekojo
4. Janu Dewandaru
5. Widarmanto

Kriteria Lomba:
1. Lomba Terbuka Untuk Umum dan tidak dipungut biaya (gratis).
2. Setiap peserta dapat menyerahkan foto cetak warna atau hitam putih hasil karya sendiri maksimal 3 buah dengan ukuran sisi terpanjang maksimal 30 cm. Foto belum pernah memenangkan lomba di berbagai event sebelumnya.
3. Pada sisi belakang setiap foto agar ditempelkan kertas dengan informasi sebagai berikut:
a. judul foto
b. nama peserta
c. nomor telp dan/atau HP
d. alamat email (jika ada)
4. Olah digital sewajarnya diperbolehkan, namun bukan merupakan penggabungan foto dan/atau HDR.
5. Foto yang dikirimkan tidak diperkenankan mengandung unsur provokatif, pornografi dan SARA. Panitia berhak untuk mendiskualifikasikan file foto yang dianggap mengandung unsur-unsur tersebut.
6. Panitia tidak bertanggung jawab terhadap adanya tuntutan pihak lain atas penggunaan fasilitas, lokasi, model, dan obyek lainnya dalam foto yang dikirimkan.
7. Foto diterima paling lambat 27 Juli 2010, pukul 13.00 WIB di sekretariat panitia dengan alamat:
Sdri. Evi Eliza (DINT/PTLN)
Bank Indonesia
Menara Syafruddin Prawiranegara lantai 4
Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta Pusat 10350.
8. Pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada acara penutupan di paviliun iB Showcase pada International Motor Show Hall D1 JIExpo Kemayoran Jakarta pada hari Minggu, 1 Agustus 2010 jam 16.00 wib. Pemenang wajib menunjukkan identitas diri yang masih berlaku dan menyerahkan file hires atau negative film.
9. Hadiah sudah termasuk kompensasi atas penggunaan foto-foto pemenang apabila foto tersebut digunakan untuk kepentingan penyelenggara.
10. Keputusan Juri Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
11. Informasi lomba:
Sdr. Fadhil Nugroho HP.081 8899 150
Sdr. Priyo Hartono HP.0817 6373 253

KUTA

2 Comments

Tempat ini mungkin yang paling populer jika kita berkunjung ke bali,.. pantainya landai, panjang dan berombak sedang untuk sekedar bermain surfing bagi pemula. Kuta menawarkan beberapa keunikan aktifitas mulai dari Jogging, sarapan nasi bungkus lauk tahu diatas pasir, surfing, dll.

Lokasi pantai Kuta yang mudah dijangaku karena dekat dengan jalan raya dengan berbagai fasilitas penginapan yang telah tersedia mulai cottage dengan harga lowand, hingga hotel bergengsi dengan tarif highend.
kunjungan ke Kuta kita mulai : hehe.. 🙂

Kuta, menyenangkan jika bisa menikmati suasananya beramai-ramai bersama-sama keluarga, seperti yang satu ini,

Three lions ‘keok’

2 Comments

yah,.. sudah saya prediksi, lagi2 ini adalah masalah mental bukan masalah keberuntungan, selama beberapa dekade tarakhir jerman selalu mendominasi setiap turnamen 4 tahunan tersebut. lihat saja apa yang kurang dari materi team inggris? lampard, rooney, gerrard adalah sederet nama yang telah menjadi bintang di lapangan hijau, namun sekali lagi mental atas nama ‘three lions’ lagi2 tidak bermental juara– tersendat di babak penyisihan group,. akirnya inggris secara menyakitkan dan mengenaskan bertekuk lutut kepada der panzer..

NB : Goal lampard harunya 100% sah dan meyakinkan, kenapa di anulir? saatnya teknologi kamera diadopsi untuk kasus ‘kilafiyah’ seperti ini.

Kebun Raya Purwodadi

2 Comments

Sejarah :
Kebun raya Purwodadi didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. Lourens Gerhard Marinus Baas Becking atas prakarsa Dr. Dirk Fok van Slooten pada tanggal 30 Januari 1941 sebagai pemekaran dari Stasiun Percobaan ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan salah satu dari tiga cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar perkebunrayaan yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan Cabang Balai Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.
sumber ; wikipedia

Lokasi yang tak begitu jauh dari Sidoarjo, membuat kami selalu ingin menyejukkan fikiran bersama keluarga di tempat tersebut, kebun raya itu memberi kesan rindang, hijau, dan sejuk

Kebun raya Purwodadi

Older Entries Newer Entries